darmansyah

Jumat, 01 Juni 2012

Metode - Metode Spesialisasi Tugas



METODE-METODE SPESIALISASI TUGAS




A.    PENDAHULUAN
Metode pemberian tugas menurut Syaiful (2005) adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana guru memberikan tugas tertentu agar murid melakukan kegiatan belajar, kemudian harus mempertanggungjawabkan.

B.     JENIS METODE PEMBERIAN TUGAS
Menurut Slavin (1995) jenis metode pemberian tugas adalah:
  1. Investigasi Tugas
Langkah-langkah:
a.       Menentukan topic dan membagi siswa dalam beberapa kelompok
b.      Merencanakan tugas
c.       Melakukan investigasi
d.      Mempersiapkan laporan akhir
e.       Menampilkan laporan
f.       Mengevaluasi

  1. Co-op Co-op
Langkah-langkah:
a.       Diskusi kelas yang dipusatkan pada keaktifan siswa
b.      Pemilihan dan pembagian anggota kelompok
c.       Pemilihan topic kelompok
d.      Pemilihan sub topic
e.       Mempersiapkan sub topic
f.       Mempersiapkan presentasi kelompok
g.      Presentasi kelompok
h.      Evaluasi

  1. Jigsaw II
Persiapan
a.       Pemberian materi
b.      Membagi siswa dalam beberapa kelompok
c.       Membagi siswa dalam beberapa kelompok ahli
d.      Menentuka  skor/nilai dengan menggunakan kuis
e.       Membaca
f.       Diskusi kelompok ahli
g.      Laporan kelompok
h.      Tes
i.        Penilaian kelompok

Kelemahan metode jigsaw II menurut Nana (1989)
a.       Seringkali siswa melakukan penipuan diri, karena hanya meniru perkerjaan orang lain
b.      Adakalanya  tugas tersebut dikerjakan orang lain tanpa pengawasan
c.       Sering tugas tersebut hanya sekedar melepaskan tanggung jawab bagi guru
d.      Jika tugas yang diberikan tersebut hanya dikerjakan oleh seorang siswa akan mengalami kesulitan

Mencari dan Mengelola Impormasi dari Internet



MENCARI DAN MENGELOLA INFORMASI DARI INTERNET

A.   Mesin Pencari (Search Engine)
Internet menyediakan fasilitas mesin pencari informasi yang disebut Search Engine. Mesin pencari ini memberikan kemudahan kepada pengguna internet untuk masuk ke berbagai situs di dunia maya.
Mencari informasi di internet ada mudah dan. Dikatakan mudah karena informasi apapun tersedia di internet dan dapat diakses kapan pun dan dimana pun dengan menggunakan computer. Sulitnya kalau seseorang tidak tahu cara mengakses dengan baik, maka seseorang tersesat di “rimba raya informasi” dan butuh waktu lama untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Untuk itu, perlu mengerti cara mencari informasi di internet agar seseorang mendapatkan informasi dengan cepat sesuai dengan   kebutuhan
Ada beberapa website yang dilengkapi mesin pencari, bahkan ada yang khusus berfungsi sebagai website , pencarian, diantaranya :
Ø  Google (www.google.com)
Google dikembangkan tahun 1998 oleh dua saudara Larry Page dan Sergey Brin dan standford University. Google mudah dalam mengoperasikannya, layoutnya ringkas, cepat, dan mempunyai fasilitas untuk mencari website yang hilang. Google mempunyai basis data yang besar dan dapat membagi basis datanya dengan mesin pencari lain seperti yahoo. Artinya jika kata yang anda cari tidak ditemukan di basis data google, pencarian dapat dilakukan pada basis data yahoo. Google juga menyediakan pencarian dengan berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia
Ø  Yahoo (www.yahoo.com)
Yahoo merupakan mesin pencari yang menggunakan pengindeksan pada direktori. Pengembangan yahoo berawal dari koleksi link pribadi Jerry Yang. Yahoo juga mempunyai basis data yang besar dan dapat membagi basis datanya dengan google. Kelebihan lain yaitu banyak webmaster ingin agar website mereka terdaftar di indeks Yahoo.
Ø  Altavista (www.altavista.com)
Altavista merupakan mesin pencari yang dikembangkan oleh Digital Corp. altavista mempunyai kelebihan dalam pencarian canggih (advanced Search), dengan menggunakan operator Boolean AND, OR, NOT, NEAR
Ø  Lycos (http://lycos.com/)
Lycos dikembangkan di Carnegie Mellon University pada tahun 1994 dan merupakan mesin pencari yang paling tua. Kelebihan lycos mudah digunakan dan mudah menemukan website.
Selain mencari, seseorang perlu mengumpulkan dan mengelola data informasi. Mengumpulkan dan mengelola informasi merupakan langkah penting setelah mencari informasi di internet. Langkah pemilahan, pemilihan dan pengelolaan sangat diperlukan agar informasi penting dapat dimanfaatkan secara optimal. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam mengelola informasi dari internet dan kemudian dijadikan sebagai informasi baru yang bermanfaat.

B.   Mencari Informasi dari Internet
Meskipun banyak search engine yang tersedia tetapi kita harus dapat memilih mana yang paling mudah dan sudah familiar dengan kita. Mesin pencari atau ada yang menyebutnya mesin pelacak (search engine) informasi merupakan  program aplikasi yang digunakan untuk membantu mendapatkan informasi di internet.
Mesin pelacak dilengkapi basis data yang dapat memuat semua tema yang terdapat di internet dan halaman-halaman web yang menyimpan informasi. Karena informasi di basis data sangat besar, memilih dan mencari suatu informasi harus melalui satu cara atau teknik tertentu. Agar mudah untuk pencarian, penyimpanan informasi dalam system basis data ditata dengan menggunakan cara tertentu seperti dengan menggunakan indeks. cara pencarian informasi menggunakan langkah-langkah tertentu dikenal dengan algoritma pencarian yaitu mengikuti langkah-langkah sistematis untuk mendapatkan informasi.

1. Langkah – langkah Mencari Informasi di Internet
a. Membuka Akses ke Google
Langkah pertama adalah membuka akses google, kemudian akan muncul jendela google di komputer.


b. Memasukkan Kata Kunci yang Spesifik
Setelah akses internet muncul maka pengguna menulis atau ketik kata- kata spesifik tentang informasi yang ingin dicari. Misalkan pengguna ingin mencari informasi tentang pendidikan, kemungkinan akan beragam tentang pendidikan yang akan muncul untuk itu perlu digunakan kata kunci yang spesifik agar bisa menemukan informasi yang sesuai yang di inginkan, dengan kata lain jika informasi yang kita maksud adalah teknologi pendidikan maka harus ditulis “teknologi pendidikan”.
Apabila kata kunci lebih dari dua kata maka diperlukan tanda petik ( “ ) diawal dan akhir kata. Ini sebagai penanda bahwa tiap kata – kata memiliki hubungan yang saling terkait. 
c. Memilih Informasi Sesuai Kebutuhan
Setelah menulis “ teknologi pendidikan”  akan muncul hasil penelusuran google, dari sekian banyak hasil penelusuran yang muncul pilih satu topic yang diinginkan dengan cara mengklik  topic tersebut.




d. Membuka Banyak Halaman Web Sekaligus
Membuka halaman web satu persatu akan membutuhkan waktu yang lama bahkan jika tidak cocok dengan yang diinginkan terpaksa mengulang dari awal lagi. Untuk membuka  beberapa halaman web sekaligus bisa dilkaukan dengan klik kanan- open new window lali halaman yang sedang loading di minimizekan dan klik kanan open new window untuk mencari topic lainnya. Cara ini akan lebih efisien untuk membuka halaman web sekaligus. Untuk melihat apakah semua yang kita  sudah terbuka baik yang tampak dilayar maupun yang masih dalam keadaan “minimize” dengan klik kiri  pada button internet explorer dibagian awah layar maka akan muncul beberapa topi yang sudah diakses sebelumnya.
e. Mencari Informasi Menggunakan Internet Directory
Selain meggunakan Search engine, seseorang Internet directory, untuk melakukan proses pencarian. Beda dengan search engine, proses pencarian pada internet directory lebih terstruktur. Kedua tools search, masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Search engine memiliki katalog lebih lengkap dibanding internet directory karena menyimpan hampir semua situs yang ada di internet. Meskipun demikian, internet directory lebih mudah dipahami karena disusun menurut klasifikasi tertentu.
f.  Mencari Informasi dengan keyword Sinonim
Internet menyediakan informasi yang bersumber dari berbagai kalangan dan berbagai bidang. Masih banyak contoh lain dalam mencari informasi menggunakan keyword sinonim. Jika pencarian informasi tidak kunjung berhasil coba gunakan keyword lain. Tentu saja sangat diperlukan kemampuan menguasai bahasa , terutama sinonim kata.
mungkin seseorang jarang menggunkan tanda plus dan minus dalam mencari informasi dengan google. Penggunaan plus dan minus itu adalah untuk memudahkan penelusuran dan lebih cepat kesasaran yang diinginkan. Caranya sangat mudah, hanya dengan menambah kan “+“ atau “ - ” dibelakang kata kunci penelusuran. Misalnya mencari  informasi tentang teknologi pendidikan dengan sasaram “media” . maka tuliskan “teknologi pendidikan” lalu diikuti tanda “+” dan kemudian tambahkan kata media.
h. Mencari Informasi Berdasarkan jenis file
Internet bukan hanya menyediakan informasi dalam satu jenis file bentuk HTML saja, melainkan beragam. Dalam Web site tersedia file semacam pdf, doc,flv (file video seperti youtube) dan lain. Cara langsung mendapatkan hasil penelusuran file sejenis menggunakan goole dapat dilakukan dengan menambahkan jenis file yang didinginkan dibelakang kata  kunci ang dipilaih. Misalnya mencari infomasi tentang media pembelajaran dalam bahasa Inggris dalam bentuk file powerpoint, maka tulis kata kunci “ instructional media”filetype:ppt.
i.    Mencari Informasi melalui Multiple Search Engine
Kalau jawaban dari goole kurang memuaskan, maka kita bisa menggunakan mesin pencari lainnya seperti google, yahoo, answer, ask, amazon, Wikipedia, dan youtube melalui website. Website adalah Soovle. Dengan mengunjungi soovle akan sangat menghemat waktu karena dengan sekalimengetik akan dijumpai hasil dari ke -7 website secara cepat, mudah dan lengkap. Apabila anda belum puas, anda dapat menggunakan Search Engine baik secara sendiri-sendiri atau bersamaan yang biasa disebut Multiple Search Engine. Dalam menggunakan multiple search engine akan disajikan hasi pencarian yang beragam dalam satu wndow browser saja.Search Engine yang popular diinternet seperti google, yahoo, bing, ask, alltheweb, AOL, Lycos,Dogpile,Altavisa, Clusty.
j.  Mencari Informasi Terjemahan
Fasilitas informasi terjemahan hanya akan anda peroleh dalam Google versi indonesi. Tidak akan ditemukan fasilitas terjemahan kecuali menggunakan alat penerjemah sejenis “transtool“ atau Google Translet itu sendiri. Oleh karena itu, gunakan Google versi Indonesia dengan kode DNS (Domain Name Sistem)    “id” . Caranya adalah dengan men ‘ search “ http”//www. Google. co.id. misalnya mencari informasi tentang teori kontruktivisme dalam bentuk dokumen word maka tulis kata kunci “constructivistic theory”filetype:doc. Kemudian muncul tulisan terjemahkan halaman ini, klik di tabs tersebut maka akan diperoleh informasi dalam bahasa Indonesia.



2. Mencari Informasi Menurut Bentuknya
Cara lain untuk mempermudah mencari informasi menggunakan Google adalah berdasarkan bentuknya. Misalnya informasi berbentuk teks, gambar video, audio dan lain-lain. Langkah-langkahnya :
-          Membuat link di Google
-          Setelah di link akan muncul jendela Google. Akan terlihat topik dan informasi tertentu yang dikelompokkan sesuai dengan jenisnya. Mencari informasi fasilitas tersebut dapat memberikan kemudahan karena lebih spesifik dan lebih cepat.
-          Misalnya mendapatkan gambar tentang air terjun Niagara. Pertama pilih dulu “images” sebagai pintu masukkan ke gambar.
-          Setelah mendapatkan jendela “Google images” lalu masukkan kata kunci “Niagara Falls” ke dalam tabs Search Images, akan mendapatkan banyak gambar Niagara Falls.
-          Mencari informasi tentang topik lain dapat dilakukan dengan cara yang sama. Misalnya mencari buku. Maka dapa memilih Google Books, jendela google books akan tampil setelah memilih “books”
-          Setelah masuk google books lalu mengetikkan kata kuncinya, akan ditampilkan sejumlah judul buku.

3. Tips Singkat Mencari Informasi
ð Mencari di Situs Tertentu
Kita bisa membatasi hasil pencarian untuk situs tertentu saja agar lebih spesifik. Caranya adalah dengan menambahkan kata site: diikuti nama situs yang dimaksud. Misalnya ingin mencari informasi tentang “teori scaffolding“ di situs Education. Com, maka bisa mengetikkan: “teori scaffolding” site:Education. Com.
ð Mencari Informasi Berdasarkan Judul
Umumnya hasil pencarian dari Google  memiliki judul pada setiap dokumen yang ditemukan. Mengunkan judul tersebut untuk menampilkan pencarian yang lebig akurat. Caranya dengan mengetik intitle: diikuti kata kunci. misalnya ketik intitle:”media making”akan ditampilkan judul yang terkait dengan media.
ð Mencari Informasi Berdasarkan URL
Selain judul, kiata juga bisa mencari informasi berdasarkan kata yang terdapat pada URL-nya. Caranya dengan mengetikkan inurl: diikuti kata kunci yang dimaksud. Misalnya mencari informasi media making, maka ketik inurl: ”media makinga”.
ð Mencari Definisi Kata
Mencari definisi kata bisa dilakukan secara langsung di internet dengan menggunakan kata kunci “define”. Misalnya mencari definisi media, maka dapat menuliskannnya dengan cara define: ”media”.
ð Mencari Gambar Berdasarkan Tipe File
Banyak cara yang dapat dilakukan jika ingin mencari gambar di internet. Salah satunya adalah dengan menggunakan kata kunci lalu masukkan tipe filenya.
Jenis file untuk mencari gambar biasanya berbentuk JPEG, BMP dan lain-lain. Misalnya mencari gambar iir terjun Niagara maka tulis kata kunci dan filenya ”Niagara Falls” filetype:jpeg.

C.   Memilih dan Menyimpan Informasi
Setelah data-data tentang informasi tersebut didapat, langkah selanjutnya adalah memilah data tersebut. Data yang dianggap perlu, dikelompokkan kemudian disimpan secara baik. Penyimpanan data atau informasi harus memperhatikan aspek pengarsipan yang baik, sehingga ketika diperlukan dapat dengan mudah ditemukan dan dimanfaatkan kembali. Berikut ini dipaparkan teknik menyimpan informasi yang dapat digunakan (dikutip : Global Online Information).

1.    Menyimpan Halaman Web
Informasi yang ada di internet disimpan dan ditampilkan dalam bentuk halaman Web. Halaman Web tersebut disimpan dalam bentuk file-file. Tampilan halaman Web di browser sama saja dengan ketika anda menampilkan sebuah file Word atau Excel di jendela Word atau Excel anda. Bedanya dalam hal ini anda menampilkan sebuah file yang berasal dari sebuah computer jauh dari seberang sana, yang terhubung melalui internet.
Kegiatan menyimpan halaman Web :
a.    Dari menu File, klik save, kotak dialog save Web Page akan ditampilkan
b.    Tentukan Folder penyimpanan di kotak pilihan save in
c.    Di kotak isian File name, browser akan memberikan nama file halaman Web yang akan disimpan secara otomatis. Anda dapat mengganti nama file tersebut sesuai dengan keinginan anda. Untuk memudahkan mengingat apa isi dari halaman Web yang disimpan, sebaiknya member nama file yang berhubungan dengan informasi yang ada di dalamnya.
d.    Klik tombol save
                          

2.    Menyimpan Halaman Web ke Flash Disk
Menyimpan halaman Web ke flash disk, lebih baik simpan ke harddisk terlebih dahulu. Namun jika terpaksa harus menyimpan halaman Web ke flash disk untuk kebutuhan tertentu, lakukan langkah-langkah seperti pada kegiatan di bawah ini :
a.    Dari menu File, klik save. Kotak dialog save Page akan ditampilkan.
b.    Tentukan kotak pilihan save in, pilih flash disk tujuan
c.    Di kotak isian File name, ketiklah nama file dari halaman Web yang akan disimpan
d.    Klik tombol save
3.    Menyimpan Gambar Dari Sebuah Halaman Web
Bila menyimpan sebuah halaman Web, maka semua gambar dan teks yang terdapat di halaman web tersebut akan ikut disimpan. Bila gambar yang terdapat di halaman web berasal dari sebuah file gambar, maka kita juga akan mendapatkan file gambar dari halaman Web yang disimpan.
Untuk menyimpan sebuah gambar dari halaman Web lakukan langkah-langkah seperti pada kegiatan di bawah ini :
a.    Gerakkan pointer mouse ke gambar yang akan disimpan
b.    Toolbar gambar akan ditampilkan di atas gambar yang bersangkutan
c.    Klik tombol save this image. Kotak dialog save picture akan ditampilkan
d.    Pilih folder penyimpanan di kotak drop-dwon save in
e.    File gambar tersebut akan diberi nama sesuai dengan file nama file aslinya. Kita dapat mengganti file tersebut
f.     Klik tombol save
4.    Mencetak Halaman Web
Untuk mencetak halaman Web lakukan langkah-langkah seperti pada kegiatan di bawah ini :
a.    Dari menu File. Kotak dialog Print akan ditampilkan
b.    Klik Print. Kotak dialog Print akan ditampilkan
c.    Pilihlah printer yang digunakan
d.    Atur pencetakan halaman Web yang akan dilakukan
e.    Klik tombol Print. Halaman Web akan dicetak

D.   Mengelola dan Memanfaatkan Informasi
Mengolah data untuk menjadi sebuah informasi baru, dapat dilakukan dengan pengeditan, penambahan, pengkonversian, penggabungan dari banyak data dan sebagainya. Misalnya data yang diperoleh dari internet masih dalam format html, kemudian akan diolah dengan menggunakan Ms.Word, maka data-data dalam format html tersebut diubah menjadi format doc. Caranya adalah dengan melakukan copy paste ke dalam sebuah dokumen Ms.Word, setelah itu dapat dilakukan pengeditan, penambahan, penggabungan dan lain-lainnya. Data yang diolah tersebut, akan menjadi sebuah informasi baru.

1.    Download File
File-file yang dapat di download biasanya mempunyai sebuah teks link di halaman Web. Bila teks link tersebut di klik, maka akan ditampilkan sebuah kotak dialog Download File. Untuk men-download sebuah file, lakukan langkah-langkah seperti kegiatan di bawah ini :
a.    Klik teks dimana file tersebut di-link. Kotak dialog file download akan ditampilkan.
b.    Anda dapat membuka langsung file yang akan di-download tersebut dengan mengklik tombol open. Jika ingin men-download file tersebut, klik tombol save, kotak dialog save as akan ditampilkan
c.    Tentukan folder penyimpanan file yang akan di-download tersebut. Secara otomatis, nama file yang akan diberikan akan sama dengan   nama file asli dari file yang di-download tersebut. Namun, jika ingin mengganti, kita dapat memberi nama file yang baru di kotak pilihan File Name.
d.    Klik tombol save untuk memulai proses Download File. Kotak dialog proses pen-download-an akan ditampilkan
e.    Tunggu sampai proses Download File selesai
f.     Kllik tombol Open untuk membuka file yang sudah di-download.
g.    Klik tombol Open Folder untuk membuka folder dimana file tersebut ditempatkan atau klik Close untuk menutup kotak dialog.

2.    Meng Copy dan Paste
Kita dapat mengambil informasi dari halaman web kemudian menyimpannya ke dalam file dokumen Word dengan cara meng copy dan paste. Untuk meng copy dan paste, lakukan langkah-langkah seperti kegiatan di bawah ini :
a.    Aktifkan halaman Web yang akan di copy
b.    Blok semua teks yang ingin di copy
c.    Dari menu Edit, klik copy atau tekan tombol Ctrl+C di keyboard.
d.    Jalankan Word dan buat dokumen baru
e.    Di jendela Word, dari menu Edit, klik Paste (atau klik tombol paste di toolbar Standard) atau tekan tombol Ctrl+V.
f.     Simpanlah dokumen Word tersebut. Keuntungan lain menyimpan informasi dari internet dengan cara copy dan paste seperti di atas adalah dapat menyimpan informasi yang relevan dari beberapa halaman Web dalam satu file dokumen.

E.    Mengantisipasi Virus Komputer dan Internet
Virus komputer adalah sebuah program kecil yang mempunyai kemampuan menggandakan dirinya sendiri dan bersifat mengganggu serta merusak komputer yang telah terinfeksi. Virus komputer biasanya menempel pada file atau program tertentu. Virus kemudian menggandakan diri atau melakukan aktivitasnya apabila file atau program yang sudah terjangkiti tersebut dijalankan.
Kemampuan mengganggu virus komputer bermacam-macam bentuknya. Ada virus computer yang hanya sekedar menyampaikan pesan di layar monitor computer yang dijangkitinya. Virus yang ganas akan menghabiskan memori computer untuk menjalankan aktivitasnya, atau menghabiskan tempat penyimpanan karena terus menggandakan diri. Virus yang lebih ganas lagi mampu merusak program, menghapus file-file tertentu dan bahkan merusak hardware komputer. Program kecil yang merusak tersebut mirip dengan virus yang dikenal dalam istilah biologi.
Beberapa virus menyebabkan timbulnya hal-hal ganjil dalam kinerja komputer. Misalnya, jalannya proses lebih lambat dari biasanya, memori yang berkurang, harddisk yang penuh secara tiba-tiba, lampu harddisk menyala tanpa alasan, komputer yang tiba-tiba me-restart, dan masih banyak lagi. Sebagian virus dapat diketahui langsung dari tampilan yang ditunjukkan, namun sebagian tidak menampilkan wujudnya saat menyerang. Kita baru sadar ketika sudah terjadi kerusakan yang sangat fatal.
Virus terus menyebar dari satu komputer ke komputer lain. Flash disk yang berpindah dari komputer ke komputer lain merupakan salah satu media bagi virus untuk menyebar. Rental komputer dan warung internet merupakan sarang bagi virus untuk menyebar. E-mail merupakan alat penyebar yang sangat cepat dan dapat terkirim dari satu computer ke computer lainnya di seluruh Dunia.
Ribuan virus komputer telah ada sejak ditemukan pertama kali, dan setiap harinya muncul puluhan virus baru. Berikut informasi tentang beberapa virus yang pernah ada, dan bagaimana sifat-sifat dan karakteristik virus tersebut.

1.    Jenis Virus Komputer dan Internet
a.    Virus Win32.Zafi.D
Virus win 32.Zaffi.D mempunyai nama lain Win32.Zafi.d!ZIP, atau Win#@/Zafi.d.worm atau W32/Zafi.d@MM. Viorus WIN32.Zafi.d. menyebar melalui e-mail dan melalui hubungan langsung dua komputer. Virus ini bekerja dengan cara mengcopy diri secara otomatis ke folder yang ada di windows dengan file Norton Update.exe. selain itu, virus ini juga mengopy dengan sendirinya ke folder yang mengandung nama share, upload atau music seperti : ICQ 2005a new!.exe atau Winamp 5.7 new!.exe. untuk menyebarkan diri, virus akan berusaha masuk dalam attachment e-mail yang dikirim oleh komputer yang sudah terinfeksi virus. File-file attachment e-mail yang seterusnya ditumpangi oleh virus Win32.Zafi.d adalah sebagai berikut : HTM, WAB, TXT, DBX, TBB, ASP, PHP, SHT, ADB, MBX, AML, dan PMR.

b.    Virus Matcher
Virus Matcher menyebar melalui e-mail. E-mail yang terinfeksi aka nada di pesan : “cobalah program ini untuk mencocokkan sifat anda untuk mendapatkan lawan jenis”. Menerima pesan seperti ini, penerima e-mail akan mudah terkecoh karena tertarik, penasaran dan sebagainya. Penerima e-mail akan mengklik file attachment “Matcher.exe” yang disertakan dalam e-mail tersebut dan virus pun mulai menyebar. Virus Mather akan membebani mail server dan akibatnya mail server akan kelebihan beban dan lama-kelamaan tidak berfungsi.

c.    Virus Opaserv.K
Virus ini menyebar melalui jaringan local (LAN) dan internet. Virus ini memiliki kemampuan untuk menghancurkan harddisk computer yang terinfeksi dan menampilkan pesan yang seolah-olah berasal dari BSA (Business Software Alliance) yang menghukum pengguna computer tersebut akan menggunakan program bajakan. Dengan demikian virus tersebut seolah-olah berasal dari BSA

d.    Worm My Doom
Virus ini menyebar melalui attachment e-mail. Subjek e-mail dibuat seolah-olah menyatakan isi e-mail adalah critical update, dokumen, video klip, atau bahkan gambar porno sehingga penerima e-mail dapat dikelabui.


e.    Virus JPEG
Virus ini menyebar melalui aplikasi Instant Messenger America Online. Calon korban akan mendapatkan pesan yang berbunyi : check out my profile, clik GET INFO!. Jika pesan tersebut diklik, korban akan di bawa ke sebuah situs yang menampilkan gambar JPEG yang mengandung virus. Begitu terinfeksi, komputer korban akan mengirimkan pesan serupa ke daftar kontaknya di America Online. Virus ini juga menyebar melalui Mailling list. Virus ini juga memasang backdoor yang memungkinkan pihak tak bertanggung jawab mengambil alih komputer korban.

f.     Worm Sasser
Virus ini memanfaatkan kelemahan system operasi windows. Virus ini menyebabkan computer melakukan restart sendiri. Worm Sasser mempunyai beberapa varian antara lain Sasser.a, Sasser.b, Sasser.c, dan Sasser.d. Sasser masuk dan menginfeksi computer tanpa tindakan dari pengguna. Menginfeksi computer yang menggunakan Windows 2000, Windows XP, dan Windows sever 2003 tanpa melalui e-mail atau file lampiran.

g.    Worm Netsky.B
Virus ini menyebar melalui internet dan melancarkan serangan melalui e-mail. Virus ini mampu menyebar secara luas karena memiliki SMTP (simple mail transfer protocol) engine sendiri. SMTP engine adalah protocol TCP/IP yang digunakan untuk mengirim dan menerima e-mail. Worm ini kemudian menyebarkan salinan dirinya ke alamat-alamat e-mail yang ditemukannya di harddisk komputer korban.
Jika masuk ke dalam sebuah jaringan komputer, Netsky. B mampu memperbanyak diri sebanyak 300 kali. Selain itu, Worm ini akan menambahkan ratusan file ke komputer korbannya. Worm ini juga dicurigai akan mengaktifkan kembali Worm My Doom. B, dan My Doom. Jika menyebar melalui e-mail, Worm ini akan menggunakan alamat pengirim palsu. Beberapa subjek e-mail yang sering digunakan adalah :”hi”, “hello”, “read it immediately”, “something for you”, atau “warning”. Subjek ini akan membuat calon korbannya terkecoh dan membuka file attachment yang disertakan di e-mail tersebut.

h.    Virus Wirmark-D
Virus ini merupakan virus jenis Worm. Menyebar dengan menggunakan e-mail dan gambar porno. Virus ini akan mematikan antivirus yang terdapat di komputer korban dan menyebarkan diri ke alamat e-mail yang terdapat di buku alamat korban.virus Wirmark-D menyebar di awal tahun, dimana para pekerja kembali dari libur akhir tahun. Pada saat kembali kerja setelah liburan panjang, inbox akan dipenuhi dengan e-mail, mereka kemungkinan lengah dan membuka e-mail tersebut dan langsung menjadi korbanWirmark-D.

i.      Virus Tsunami
virus ini menyebar melalui e-mail. Dengan menggunakan subjek e-mail “Tsunami donation! Please help!”, para pembuat virus mengirimkan e-mail berisi sebuah virus di dalam attachment dengan nama file “tsunami.exe”. jika attachment dibuka dan dijalankan, maka virus akan mengirimkan e-mail tersebut secara otomatis ke alamat e-mail yang terdapat di address book. Para korban akan tertipu, karena mereka tidak mengetahui dan ingin membantu korban tsunami. Padahal sebenarnya e-mail tersebut hanya berupa trik untuk mengelabui korban.

j.      Virus Rbot-GR
Virus ini mempunyai kemampuan untuk memata-matai gerak-gerik para korbannya. Hal ini merupakan langkah yang lebih maju dibandingkan dengan Worm. Virus ini dapat diaktifkan hanya melalui webcams. Virus ini memungkinkan pembuat virus dapat mengintip dan melihat korban secara life. Virus ini tidak menyebar dan menginfeksi ke banyak komputer. Virus ini sifatnya tenang dan diam-diam sehingga korbannya tidak mengetahui komputernya sudah terinfeksi oleh virus ini.

k.    Virus Sober.I
Virus ini memiliki kemampuan menyebarkan dirinya melalui attachment e-mail yang berbahasa Jerman dan Inggris. Virus ini mempunyai kemampuan memilih sasaran, hanya menyerang Negara yang dikirim e-mail dengan domain, at,. Ch,. De, dan .li serta alamat e-mail dengan ekstensi gmx, misalnya gmx. De, gmx.or, gmx.net yang dikirim dalam bahasa Jerman.
Virus ini menggunakan dua trik, trik pertama, virus ini akan menyampaikan pesan bahwa file attachment yang dijangkitinya telah bebas dari virus. Trik kedua, pada saat dijalankan dia akan menampilkan pesan bahwa terjadi error palsu. Hal ini menyebabkan korban tidak menyadari telah terjadi perubahan, padahal saat itu virus Sober.I telah menginfeksi komputer korban.

l.      Trojan Horse Xombe
Virus Trojan Horse Xombe atau Dloader-L menyebar melalui e-mail spam dengan file attachment yang seolah-olah menawarkan software update Windows XP dari Microsoft. E-mail tersebut seolah-olah datang dari Microsoft dengan menggunakan alamat e-mail windowsupdate@microsoft.com. Pada saat diesekusi virus tersebut akan menginstall dirinya ke komputer korban. Setelah di install, virus Xombe akan terhubung ke sebuah Website dan kemudian men-download dan menginstall program lain yang disebut Mssvc-A. program ini akan memaksa komputer korban untuk mendistribusikan serangan yang berbentuk denial of service. Serangan tersebut ditujukan ke situs-situs Web. Xombe dianggap sebagai program tidak terlalu berbahaya dan tidak dapat memperbanyak diri. Selain itu program ini dikirim melalui e-mail spam yang jarang dibuka orang.

2.    Kerugian Akibat Virus
Kerugian akibat virus cukup besar apabila tidak segera di atasi. Virus mempunyai cara tersendiri untuk mengecoh calon korbannya. Dampak yang ditimbulkan juga bermacam-macam. Kerusakan yang ditimbulkan virus dapat berupa kerusakan pada program yang ada di computer yang terinfeksi. Bila hal ini terjadi kerja program tersebut akan terganggu. Akibatnya program tersebut harus di install ulang. Hal ini tentu menghabiskan waktu dan tenaga.
Virus juga dapat menyebabkan kerusakan pada hardware komputer. Bila hal ini terjadi, maka program yang ada di komputer tidak bias bekerja. Hardware yang rusak tersebut harus diganti. Selain itu, program yang ada juga harus di-install ulang. Kerugian yang ditimbulkan berupa biaya untuk penggantian hardware juga waktu untuk menginstall ulang program yang ada di komputer tersebut cukup besar.
Kerugian lain yang dapat ditimbulkan oleh virus adalah hilangnya data-data yang terdapat di komputer. Kerugian yang satu ini tidak dapat diperhitungkan dengan uang. Sangat menyulitkan dan sangat menjengkelkan.

3.    Cara Mengatasi Virus
Sebagai pengguna komputer, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah agar komputer terhindar dari infeksi virus.
a.    Meng-install antivirus
Menginstall antivirus merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Komputer mempunyai perllindungan dari ancaman virus jika antivirus sudah terinstall. Namun perlu diketahui, bahwa meng-install antivirus belum menjamin computer akan bebas dari ancaman virus.
Saat ini banyak antivirus yang berada di pasaran yang cukup handal, antara lain : AntiVir, McAfree VirusScan, dan Norton AntiVirus. Bahkan ada program antivirus buatan dalam negeri yang cukup baik seperti SmaRT Protection-Smadav.

b.    Update Program Antivirus secara Teratur
Ratusan virus dapat muncul setiap bulannya. Virus baru tersebut dilengkapi dengan kemampuan untuk menghindar dari pantauan antivirus. karena itu kita harus meng-update database dari program antivirus yang digunakan.  Update diperlukan agar antivirus mampu mengenali virus-virus yang baru muncul. Basis data terbaru antivirus dapat dilihat dan download di Website perusahaan pembuat antivirus yang digunakan.

c.    Berhati-hati menjalankan File Baru
Kebanyakan virus menyebar melalui file-file baru yang diikutkan bersama e-mail (attachment file) dan file-file yang di-download di internet. Bila mendapat e-mail yang mempunyai file attachment harus berhati-hati sebelum menjalankan file tersebut, sekalipun file tersebut berasal dari orang yang kita kenal. Sebaiknya men-scan terlebih dahulu file tersebut sebelum dijalankan. Atau jika ragu-ragu lebih baik dihapus saja.

d.    Mewaspadai Kerusakan Sejak Awal
Bila komputer mulai menunjukkan hal-hal aneh, misalnya harddisk yang tiba-tiba penuh , kecepatan menurun drastic, munculnya masalah pada program, dan sebagainya, ini mungkin gejala bahwa computer telah terinfeksi virus. Bila ini terjadi kita harus waspada sejak awal sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.

e.    Membuat Backup Data Secara Teratur
Bila computer kita berisi data-data dan file-file yang penting, kita perlu membuat backup untuk file-file dan data-data tersebut secara berkala dan teratur. Dengan demikian, bila computer terserang virus, maka kita tidak kehilangan data-data dan file-file penting.
Keamanan data menjadi hal penting dalam aktivitas yang dilakukan. Ada dua bentuk aktivitas yang dapat dilakukan terhadap jaringan komputer, yaitu hacking dan cracking. Hacking adalah usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi ataupun mencuri kelemahan system jaringan. Sedangkan Cracking adalah usaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri, mengubah, atau menghancurkan file atau data yang tersimpan dalam komputer-komputer yang ada di jaringan tersebut. Ada beberapa teknik pengamanan data yang terdapat saat ini antara lain : Internet Firewall, Kriftografi, dan Secure Socket Layer (SSL). Di Indonesia, usaha penanggulangan kejahatan internet telah dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan membuat cyberlaw. Beberapa fungsi yang diharapkan dari adanya cyberlaw antara lain : melindungi data-data pribadi, menjamin kepastian hukum, dan mengatur tindak pidana.


Integrasi Teknologi dan Media/Pasilitas Belaajar



BAB 2 (klp 1)
INTEGRASI TEKNOLOGI DAN MEDIA/ PASILITAS BELAJAR

A.     PENJELASAN UMUM
Pada bab ini, kita akan mempelajari lebih detil lagi tentang strategi pengajaran, termasuk teknologi dan media yang dapat membantu proses pembelajaran. Adapun strategi pengajaran yang akan kita bahas meliputi: presentasi, demonstrasi, latihan dan drill, tutorial, diskusi, belajar berkelompok, permainan, simulasi, penemuan, dan pemecahan masalah.(Smaldino).

1.      Presentasi
Dalam sebuah presentasi, sumber informasi menyampaikan, mendramatisir, atau sebaliknya menyebarkan informasi kepada siswa. Proses komunikasi dikendalikan oleh sumber tersebut dengan respon langsung atau interaksi yang terbatas dengan siswa. Guru yang memberikan presentasi boleh menyisipkan pertanyaan, dimana siswa diminta untuk menjawab atau mungkin menjawab secara sukarela. Pengendalian interaksi di dalam presentasi menjadi pilihan guru masing-masing. Adapun sumber informasi tersebut bias berupa buku teks, situs internet, radiotape, video, dan lain-lain. Strategi presentasi semacam ini contohnya seperti membaca sebuah buku, mendengarkan kaset, menonton video, dan mendengarkan ceramah guru.

Kelebihan
·         Anda hanya diharuskan menyampaikan informasi sekali saja kepada semua siswa.
·         Siswa boleh mencatat informasi yang disampaikan dengan cara mereka masing-masing.
·         Sumber teknologi dan media dapat berfungsi sebagai sumber informasi yang berkualitas.
·         Siswa dapat mempresentasikan informasi yang mereka dapatkan di depan kelas.



Kelemahan
·         Tidak semua siswa dapat memberi respon yang baik terhadap sebuah presentasi informasi.
·         Tanpa adanya interaksi, presentasi bisa menjadi hal yang membosankan.
·         Siswa terkadang membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana membuat catatan dari sebuah presentasi.
·         Siswa yang lebih muda biasanya kesulitan untuk duduk lama dalam sebuah presentasi.
Integrasi
Ada banyak sumber teknologi dan media yang dapat anda gunakan untuk menunjang presentasi anda. Meskipun presentasi tidak selalu dianggap sebagai startegi yang sesuai, namun strategi ini dapat dipakai dengan cara-cara yang efektif. Cocok atau tidaknya sebuah presentasi untuk dilakukan dapat dilihat dari segi umur dan pengalaman siswa. Jangan lupa, karena kebanyakan siswa cepat merasa bosan, anda bisa mengkombinasikan presentasi dengan strategi lain dengan cara menggunakan presentasi dalam waktu yang lebih singkat.

2.      Demonstrasi
Dalam strategi demonstrasi, siswa melihat suatu contoh nyata dari sebuah keterampilan yang akan dipelajari. Demonstrasi dapat direkam dan dimainkan melalui media seperti video player. Tujuan dari demonstrasi adalah agar siswa dapat menirukan keterampilan fisik seperti mengoperasikan sebuah program atau untuk dapat mengadopsi sikap yang diperankan oleh pelaku dalam materi yang didemonstrasikan. Metode pembelajaran langsung sering menggunakan pola demonstrasi one-on-one, dimana siswa yang dianggap mampu mendemosntrasikan suatu prosedur di hadapan siswa lainnya. Pola ini akan memudahkan terjadinya Tanya jawab sehingga kesalahan dan kesalahpahaman dapat terpecahkan.

Kelebihan
·         Siswa dapat melihat suatu prosedur secara terperinci sebelum mereka melakukannya secara individu.
·         Guru bisa membimbing sebuah kelompok besar dalam menyelesaikan sebuah tugas.
·         Keterbatasan sarana akan menjadi penting karena tidak semua siswa akan menangani sebuah materi.
·         Strategi demonstrasi memungkinkan guru untuk mengawasi siswa agar terhindar dari kemungkinan bahaya yang bisa saja terjadi ketika mereka menggunakan alat-alat yang berbahaya.

Kelemahan
·         Demonstrasi tidak dapat dialami langsung oleh setiap siswa selama mereka belum mengikuti apa yang didemonstrasikan oleh guru.
·         Tidak semua siswa dapat menangkap aspek-aspek penting dalam sebuah demonstrasi.
·         Tidak semua siswa dapat mengikuti tahapan demonstrasi jika hanya menggunakan satu langkah demonstrasi.

Integrasi
Ada banyak teknolgi dan media yang dapat anda gunakan untuk menunjang strategi demonstrasi. Anda dapat mempersiapkan sebuah video, mempertontonkannya kepada seluruh siswa, dan berbicara dengan mereka tentang apa yang akan mereka tonton. Jangan lupa untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat melihat dengan seksama apa yang anda demonstrasikan. Siswa juga bisa melakukan demonstrasi sebuah keterampilan yang sudah mereka pelajari kepada siswa lainnya. Sebagai contoh, keterampilan untuk memindahkan gambar dari kamera digital ke dalam komputer.

3.      Latihan dan Drill
Strategi latihan dan drill dipakai untuk membawa siswa ke dalam suatu seri latihan yang dirancang untuk menyegarkan kembali atau meningkatkan pengetahuan mereka tentang keterampilan tertentu. Asumsinya adalah bahwa sebelumnya siswa sudah mendapatkan pengetahuan tentang konsep,dasar, dan prosedur yang akan mereka praktekkan. Hendaknya strategi ini meliputi kegiatan pembenahan terhadap kesalahan siswa. Adapun tujuan dari strategi latihan dan drill adalah agar siswa mampu menguasai informasi dengan baik.
Kelebihan
·         Siswa langsung mendapatkan perbaikan terhadap kesalahan yang mereka lakukan.
·         Informasi disampaikan dalam jumlah yang kecil sehingga siswa berkesempatan untuk mengulang materi dalam jumlah yang kecil pula.
·         Latihan dirancang dengan jumlah informasi yang kecil. Hal ini memberi kesempatan kepada siswa untuk secara langsung menguji pengetahuan baru dengan cara yang positif.

Kelemahan
·         Tidak semua siswa dapat melakukan latihan dengan baik.
·         Beberapa materi latihan dan drill mencakup banyak item sehingga terkadang membuat siswa bosan.
·         Apabila siswa berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama, strategi latihan dan drill tidak akan membantu proses belajar siswa.

Integrasi
Pada umumnya, strategi latihan dan drill dipakai untuk mempelajari bahasa asing dan memperoleh kosakata baru. Banyak aplikasi computer yang menawarkan kesempatan latihan kepada siswa dalam bentuk permainan. Selain itu, kaset, kartu bergambar, dan lembaran kerja juga bisa digunakan untuk latihan yang efektif dalam bidang aritmatika, mengeja, dan instruksi bahasa.
Sebagai guru, anda boleh memasangkan siswa yang sudah menguasai sebuah keterampilan dengan siswa yang belum menguasainya. Pekerjaan rumah juga bisa menjadi bentuk latihan dan drill jika pekerjaan rumah tersebut mengarahkan siswa untuk mempraktekkan keterampilan atau informasi yang sudah dipelajari sebelumnya.

4.      Tutorial
Dalam strategi tutorial, seorang atau sebuah tutor (baik manusia maupun program computer atau materi cetak) menyampaikan materi, mengajukan pertanyaan atau masalah, meminta respon siswa, menganalisa respon, memberikan respon balik, dan memberikan latihan sampai siswa mendemostrasikan level kompetensi yang ditetapkan sebelumnya. Tutorial umumnya dilakukan one-on-one dan sering dipakai untuk mengajarkan keterampilan dasar seperti membaca dan aritmatika. Perbedaan tutorial dan strategi latihan terletak pada materi. Dalam tutorial, tutor memperkenalkan dan mengajarkan materi baru sementara metode latihan dan drill hanya terfokus pada materi yang sudah diajarkan sebelumnya.

Kelebihan
·         Siswa dapat bekerja dengan bebas pada materi baru dan memperoleh laporan terhadap perkembangan mereka.
·         Siswa dapat belajar dengan pola mereka masing-masing, mengulang jika mereka butuh pengulangan sebelum berpindah ke bagian materi berikutnya.
·         Tutorial berbasis computer dapat merespon input yang diberikan siswa memberikan arahan apakah mereka dapat melanjutkan proses belajar atau melakukan pengulangan.

Kelemahan
·         Pengulangan bisa menjadi hal yang membosankan siswa jika materi disampaikan dengan hanya memakai satu pola.
·         Siswa bisa saja merasa tertekan bila mereka ternyata tidak mengalami perkembangan ketika bekerja dengan menggunakan strategi tutorial.
·         Kurangnya bimbingan guru dapat menyebabkan kurang efektifnya proses perkembangan siswa dalam materi yang diajarkan.

Integrasi
Tutorial dapat dilakukan dengan format instruktur-siswa, siswa-siswa, komputer-siswa, media cetak-siswa. Sebagai seorang guru, anda dapat bekerja dengan individu atau kelompok siswa. Ini sangat membantu kepada siswa yang memiliki kesulitan belajar dalam kelompok besar. Anda dapat mempertimbangkan teknologi dan media sebagai penyampai tutorial. Sebagai contoh, Sistem Pembelajaran Terintegrasi (ILS) merupakan bentuk pengajaran yang diberikan oleh computer. Siswa hanya diminta untuk log on, memasukkan nama dan password, lalu memulai proses tutorial. Selain itu, ada banyak pula meteri tutorial berbentuk media cetak dan audio.
5.      Diskusi
Strategi diskusi melibatkan pertukaran ide dan pendapat antar siswa atau antar siswa dan guru. Ini dapat digunakan dalam setiap tahap belajar mengajar, baik dalam kelompok kecil maupun besar. Diskusi bisa dipimpin oleh guru dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memperoleh respon siswa. Adapun pertanyaan tersebut hendaknya berupa pertanyaan yang membutuhkan pemikiran siswa. Pertanyaan yang dimulai dengan “bagaimana” dan “mengapa” biasanya sangat tepat untuk memulai sebuah diskusi. Jangan lupa untuk memberikan waktu kepada siswa untuk memikirkan jawaban mereka.
Kelebihan
·         Diskusi umumnya lebih digemari siswa daripada sekedar duduk dan diam mendengarkan ceramah guru.
·         Siswa merasa lebih tertantang untuk mengasah pengetahuan mereka.
·         Diskusi memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.
·         Siswa boleh memberi ide baru yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

Kelemahan
·         Tidak semua siswa akan ikut serta, sehingga ada baiknya jika guru lebih menekankan bahwa setiap siswa berkesempatan untuk bicara.
·         Terkadang siswa kurang merasa tertantang untuk lebih mempertajam pengetahuan mereka.
·         Terkadang pertanyaan yang diajukan di awal diskusi justru sulit untuk dijawab oleh sebagian siswa dikarenakan level pengetahuan mereka.
·         Diskusi boleh jadi bukan merupakan strategi yang efektif bagi siswa yang lebih muda, kecuali dibimbing dan diarahkan oleh guru.
Integrasi
Mempertontonkan sebuah video kepada siswa dapat memberikan pengalaman tertentu dan menghadirkan sesuatu untuk didiskusikan oleh siswa. Diskusi di akhir pembelajaran dapat menjadi ajang Tanya jawab untuk memastikan siswa memahami apa yang dimaksudkan oleh guru. Selain itu, diskusi juga bisa berfungsi sebagai alat evaluasi pengajaran. Meskipun strategi ini sesuai untuk semua umur, tetapi umur siswa perlu dipertimbangkan sebelum mengajak mereka berpartisipasi ke dalam diskusi.

6.      Belajar Berkelompok
Belajar berkelompok ialah strategi pengelompokan dimana siswa belajar berkelompok untuk saling melengkapi potensi belajar satu sama lain. Johnson dan Johnson (1999) menyarankan beberapa aspek berikut untuk belajar berkelompok yang efektif:
·         Anggota kelompok yang benar-benar memiliki peranan dalam kelompok.
·         Interaksi dan keikutsertaan setiap anggota kelompok.
·         Tanggung jawab individu dan kelompok.
·         Anggota yang memiliki keterampilan pribadi dan sikap kepemimpinan.
·         Kemampuan untuk merefleksikan pembelajaran individu dan fungsi kelompok.

Anda bisa membuat kelompok belajar formal yang dirancang untuk memastikan bahwa hasil belajar tertentu akan tercapai. Guru dapat menentukan peran dari masing-masing anggota kelompok, sebagai perekam, pencatat waktu, pengarah tugas, dll. Pengalam belajar berkelompok bisa juga berbentuk informal dimana siswa boleh menentukan sendiri kebutuhan belajar mereka dan bekerja sama dengan siswa lain untuk meningkatkan prestasi belajar mereka.

Kelebihan
·         Mengelompokkan siswa dengan kemampuan bervariasi memberikan keuntungan kepada setiap siswa.
·         Kelompok bisa berbentuk formal maupun informal disesuaikan dengan kebutuhan belajar.
·         Kelompok jangka panjang bisa dikembangkan karena akan membangun kesempatan belajar yang lebih banyak.
·         Semua bagian materi dapat dimasukkan ke dalam kegiatan belajar berkelompok.


Kelemahan
·         Hendaknya setiap kelompok berukuran kecil, jika tidak maka proses belajar tidak akan seimbang.
·         Sebagai sebuah strategi, belajar berkelompok bisa kehilangan kegunaannya dan efektifitasnya.
·         Mengelompokkan siswa dengan tingkat kemampuan yang sama tidak akan meningkatkan kesempatan belajar anggota kelompok.

Integrasi
Siswa dapat belajar berkelompok tidak hanya dalam mendiskusikan materi dari media cetak maupun menonton suatu video tapi juga dalam membuat sebuah media. Sebagai contoh, rancangan dan pembuatan sebuah presentasi video maupun grafis sebagai sebuah proyek kurikulum menghadirkan suatu kesempatan untuk belajar berkelompok. Guru hendaknya menjadi partner kerja dalam situasi belajar yang demikian.
Jika kelas anda hanya memiliki satu computer, anda bisa membuat kelompok belajar sehingga semua siswa dapat mengaksesnya. Dengan mengelompokkan, anda dapat menentukan giliran dari tiap-tiap anggota kelompok. Selain itu, anda juga bisa mengarahkan kelompok belajar untuk mempersiapkan presentasi. Dengan demikian, kelompok tersebut akan bekerja sama mempersiapkan presentasi dengan pola yang mudah dimengerti oleh siswa lainnya.

7.      Permainan
Strategi permainan dapat memberikan kesan kompetitif dimana siswa mengikuti peraturan dalam berusaha mencapai tantangan target pendidikan. Ini merupakan teknik yang sangat memotivasi, terutama untuk materi pelajaran yang membosankan. Permainan tersebut boleh mengikutsertakan seorang atau sekelompok siswa. Biasanya dalam permainan, siswa diminta untuk menggunakan kemampuan memecahkan masalah, menemukan solusi, atau kemampuan mendemonstrasikan keahlian dalam bidang tertentu yang membutuhkan efisiensi yang tinggi.
Ketika siswa berulang kali memainkan suatu permainan, pada saat bersamaan siswa mulai memahami peraturan permainan dan cara-cara terbaik untuk mencapai hasil yang lebih baik, yaitu sebuah kemenangan.
Ada banyak permainan papan yang bisa digunakan siswa. Program komputer yang bersifat latihan dan drill bisa menjadi sebuah permainan.

Kelebihan
·         Siswa dengan mudah dapat mengikuti permainan.
·         Permainan bisa disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
·         Permainan bisa dipakai dalam berbagai situasi kelas.
·         Permainan dapat menjadi suatu cara efektif untuk menarik minat siswa terhadap keterampilan atau topik tertentu.

Kelemahan
·         Karena berorientasi untuk menang, kadang permainan bisa menjadi ajang persaingan kecuali siswa diberi peringatan sebelumnya.
·         Siswa yang memiliki kemampuan yang rendah akan merasa sulit mengikuti permainan.
·         Beberapa permainan, khususnya permainan komputer, memiliki harga yang mahal.
·         Hasil belajar bisa saja “hilang” karena siswa lebih tertuju untuk mencapai kemenangan bukan keberhasilan belajar.

Integrasi
Ada bermacam ragam permainan. Teka-teki seperti teka-teki silang merupakan salah satu yang terkenal. Kesulitan teka-teki penting untuk anda pertimbangkan ketika memperkenalkannya kepada siswa. Teka-teki silang, Sudoku, menyusun gambar, teka-teki logika merupakan permainan yang cocok untuk siswa. Teka-teki bisa menjadi alat mempraktekkan ilmu yang mereka pelajari, seperti ejaan kata dan penggunaan huruf kapital.
Permainan dapat dilakukan secara informal di dalam kelas. Sebagai contoh, ketika belajar menggunakan kosakata baru, anda bisa membuat sejenis papan permainan untuk siswa. Siswa bisa bermain secara individu maupun berkelompok sambil menggunakan kosakata baru mereka.

8.      Simulasi
Di dalam simulasi, siswa diminta untuk menghadapi sebuah situasi yang seolah-olah nyata. Simulasi ini bisa menggunakan dialog, materi dan perlengkapan palsu, atau interaksi dengan komputer.
Simulasi bisa dilakukan oleh seluruh siswa atau sekelompok siswa saja. Kegiatan simulasi menyajikan sebuah situasi atau pengalaman kepada siswa yang tidak atau belum mereka alami. Sebagai contoh, anda dapat memberikan peran kepada siswa sebagai bagian dari “perjalan ke planet Mars.” Setiap siswa berkesempatan untuk memberikan kontribusi dalam belajar. Dengan memberikan peran, jumlah materi atau ilmu yang di dapat bisa dikembangkan (Gambar 2.10).

Kelebihan
·         Simulasi hanya membutuhkan cara aman untuk terlibat dalam pengalaman belajar.
·         Simulasi adalah satu-satunya cara yang dapat membawa siswa ke dalam sebuah situasi, seperti dalam bermain peran sejarah Roma.
·         Siswa berkesempatan merasakan pengalaman baru.
·         Simulasi ini bisa diikuti oleh setiap siswa dari berbagai tingkat kemampuan.
Kelemahan
·         Simulasi terkadang bersifat tidak representatif.
·         Sebuah simulasi tertentu membutuhkan pengaturan kelas yang rumit.
·         Membuat simulasi novel untuk kelas belajar tidaklah mudah.
·         Kegiatan simulasi terkadang membutuhkan waktu yang lama.
·         Guru harus mengadakan tanya jawab tentang pengalaman siswa setelah kegiatan simulasi.
Integrasi
Keterampilan pribadi dan pengalaman dalam ilmu fisika merupakan subjek yang terkenal dapat disimulasikan. Dalam beberapa simulasi, sisa memanipulasi model matematika untuk menentukan efek perubahan variabel tertentu.
Bermain peran merupakan contoh lain dari strategi simulasi. Decisions, Decisions karya Tom Snyder adalah satu program permainan peran yang dapat menjadi contoh bagaimana satu komputer dapat dimanfaatkan oleh seluruh siswa.

9.      Penemuan
Strategi penemuan menggunakan pendekatan belajar induktif; strategi ini menyajikan masalah yang harus dipecahkan dengan melalui kegagalan-kegagalan. Tujuan dari strategi penemuan adalah untuk membantu memberikan kepahaman yang mendalam tentang suatu pengetahuan dengan cara melibatkannya ke dalam pengetahuan tersebut.
Pendekatan yang dipakai dalam strategi penemuan ialah “metode sains”, yaitu membuat hipotesis, mencoba solusi, dan menganalisa data yang dipelajari untuk menentukan apakah pendekatan tersebut berhasil. Dengan demikian, siswa akan mampu “menemukan” jawaban hipotesis tersebut.
Ada beberapa pertimbangan dalam penggunaan strategi penemuan ini. Pertama, akan lebih baik apabila guru memberikan instruksi-instruksi daripada membiarkan siswa berusaha dengan cara-cara mereka sendiri (Marzano Pickering & Pollock, 2001). Kedua, sebelum memulai strategi penemuan, hendaknya guru mempersiapkan instruksi-instruksi dengan hati-hati. Ketiga, sebaiknya anda merancang penemuan untuk siswa dengan menggunakan pendekatan anak tangga, dimana siswa berproses dengan pengetahuan mereka hingga mencapai pengalaman belajar yang sudah ditargetkan. Keempat, pastikan setiap siswa berkesempatan mempraktekkan keterampilan baru mereka sebelum berpindah ke level proses berikutnya.

Kelebihan
·         Belajar dengan strategi penemuan mudah diikuti oleh setiap siswa dari berbagai tingkat kemampuan.
·         Anda dapat menggunakan prosedur atau langkah-langkah yang sudah diajarkan sebelumnya.
·         Penemuan memungkinkan siswa mengalami kesan mengatur dengan menggunakan proses belajar mereka masing-masing.
Kelemahan
·         Strategi ini membutuhkan waktu lama untuk merancang dan mempraktekkannya.
·         Perencanaan penemuan membutuhkan pertimbangan hal-hal yang mungkin dialami siswa.
·         Pembelajaran dengan strategi penemuan terkadang bisa menyebabkan kesalahpahaman terhadap meteri tertentu.

Integrasi
Teknologi dan media pengajaran bisa membantu anda melakukan strategi penemuan. Sebagai contoh, video bisa dipakai dalam strategi penemuan untuk pengajaran fisika. Dengan melihat balon yang ditimbang sebelum dan sesudah diisi angin, siswa dapat menemukan bahwa angin memiliki bobot.

10.  Pemecahan Masalah
Kegiatan pemecahan masalah melibatkan peranan aktif siswa yang dihadapkan dengan suatu masalah yang dibawa ke dalam situasi nyata. Siswa memulai dengan pengetahuan yang terbatas, tapi melalui kerjasama siswa, penelitian dan konsultasi dengan para ahli, siswa mampu mengembangkan, menjelaskan, dan mempertahankan sebuah solusi untuk masalah tersebut. Hasil dari strategi ini adalah keterampilan analisa yang lebih berkembang, penyusunan dan pemecahan masalah, serta keterampilan berpikir kritis. Siswa diberikan materi yang diajarkan sehingga siswa dapat menggunakannya untuk memecahkan suatu masalah. Selain dari hasil di atas, strategi ini juga memberikan keterampilan belajar kelompok kepada siswa.
Kelebihan
·         Siswa dapat berperan aktif dalam pengalaman belajar yang diberikan.
·         Hubungan antara ilmu dan keterampilan menjadi jelas terlihat.
·         Tingkat kesulitan masalah dapat disesuaikan.

Kelemahan
·         Membuat masalah belajar yang berkualitas bisa menjadi hal yang sulit.
·         Umur dan tingkat pengalaman siswa harus lebih diperhatikan oleh guru.
·         Menggunakan strategi pemecahan masalah dalam proses mengajar menyita banyak waktu.
·         Guru harus mengadakan tanya jawab tentang pengalaman siswa setelah kegiatan pemecahan masalah.