darmansyah

Jumat, 01 Juni 2012

Integrasi Teknologi dan Media/Pasilitas Belaajar



BAB 2 (klp 1)
INTEGRASI TEKNOLOGI DAN MEDIA/ PASILITAS BELAJAR

A.     PENJELASAN UMUM
Pada bab ini, kita akan mempelajari lebih detil lagi tentang strategi pengajaran, termasuk teknologi dan media yang dapat membantu proses pembelajaran. Adapun strategi pengajaran yang akan kita bahas meliputi: presentasi, demonstrasi, latihan dan drill, tutorial, diskusi, belajar berkelompok, permainan, simulasi, penemuan, dan pemecahan masalah.(Smaldino).

1.      Presentasi
Dalam sebuah presentasi, sumber informasi menyampaikan, mendramatisir, atau sebaliknya menyebarkan informasi kepada siswa. Proses komunikasi dikendalikan oleh sumber tersebut dengan respon langsung atau interaksi yang terbatas dengan siswa. Guru yang memberikan presentasi boleh menyisipkan pertanyaan, dimana siswa diminta untuk menjawab atau mungkin menjawab secara sukarela. Pengendalian interaksi di dalam presentasi menjadi pilihan guru masing-masing. Adapun sumber informasi tersebut bias berupa buku teks, situs internet, radiotape, video, dan lain-lain. Strategi presentasi semacam ini contohnya seperti membaca sebuah buku, mendengarkan kaset, menonton video, dan mendengarkan ceramah guru.

Kelebihan
·         Anda hanya diharuskan menyampaikan informasi sekali saja kepada semua siswa.
·         Siswa boleh mencatat informasi yang disampaikan dengan cara mereka masing-masing.
·         Sumber teknologi dan media dapat berfungsi sebagai sumber informasi yang berkualitas.
·         Siswa dapat mempresentasikan informasi yang mereka dapatkan di depan kelas.



Kelemahan
·         Tidak semua siswa dapat memberi respon yang baik terhadap sebuah presentasi informasi.
·         Tanpa adanya interaksi, presentasi bisa menjadi hal yang membosankan.
·         Siswa terkadang membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana membuat catatan dari sebuah presentasi.
·         Siswa yang lebih muda biasanya kesulitan untuk duduk lama dalam sebuah presentasi.
Integrasi
Ada banyak sumber teknologi dan media yang dapat anda gunakan untuk menunjang presentasi anda. Meskipun presentasi tidak selalu dianggap sebagai startegi yang sesuai, namun strategi ini dapat dipakai dengan cara-cara yang efektif. Cocok atau tidaknya sebuah presentasi untuk dilakukan dapat dilihat dari segi umur dan pengalaman siswa. Jangan lupa, karena kebanyakan siswa cepat merasa bosan, anda bisa mengkombinasikan presentasi dengan strategi lain dengan cara menggunakan presentasi dalam waktu yang lebih singkat.

2.      Demonstrasi
Dalam strategi demonstrasi, siswa melihat suatu contoh nyata dari sebuah keterampilan yang akan dipelajari. Demonstrasi dapat direkam dan dimainkan melalui media seperti video player. Tujuan dari demonstrasi adalah agar siswa dapat menirukan keterampilan fisik seperti mengoperasikan sebuah program atau untuk dapat mengadopsi sikap yang diperankan oleh pelaku dalam materi yang didemonstrasikan. Metode pembelajaran langsung sering menggunakan pola demonstrasi one-on-one, dimana siswa yang dianggap mampu mendemosntrasikan suatu prosedur di hadapan siswa lainnya. Pola ini akan memudahkan terjadinya Tanya jawab sehingga kesalahan dan kesalahpahaman dapat terpecahkan.

Kelebihan
·         Siswa dapat melihat suatu prosedur secara terperinci sebelum mereka melakukannya secara individu.
·         Guru bisa membimbing sebuah kelompok besar dalam menyelesaikan sebuah tugas.
·         Keterbatasan sarana akan menjadi penting karena tidak semua siswa akan menangani sebuah materi.
·         Strategi demonstrasi memungkinkan guru untuk mengawasi siswa agar terhindar dari kemungkinan bahaya yang bisa saja terjadi ketika mereka menggunakan alat-alat yang berbahaya.

Kelemahan
·         Demonstrasi tidak dapat dialami langsung oleh setiap siswa selama mereka belum mengikuti apa yang didemonstrasikan oleh guru.
·         Tidak semua siswa dapat menangkap aspek-aspek penting dalam sebuah demonstrasi.
·         Tidak semua siswa dapat mengikuti tahapan demonstrasi jika hanya menggunakan satu langkah demonstrasi.

Integrasi
Ada banyak teknolgi dan media yang dapat anda gunakan untuk menunjang strategi demonstrasi. Anda dapat mempersiapkan sebuah video, mempertontonkannya kepada seluruh siswa, dan berbicara dengan mereka tentang apa yang akan mereka tonton. Jangan lupa untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat melihat dengan seksama apa yang anda demonstrasikan. Siswa juga bisa melakukan demonstrasi sebuah keterampilan yang sudah mereka pelajari kepada siswa lainnya. Sebagai contoh, keterampilan untuk memindahkan gambar dari kamera digital ke dalam komputer.

3.      Latihan dan Drill
Strategi latihan dan drill dipakai untuk membawa siswa ke dalam suatu seri latihan yang dirancang untuk menyegarkan kembali atau meningkatkan pengetahuan mereka tentang keterampilan tertentu. Asumsinya adalah bahwa sebelumnya siswa sudah mendapatkan pengetahuan tentang konsep,dasar, dan prosedur yang akan mereka praktekkan. Hendaknya strategi ini meliputi kegiatan pembenahan terhadap kesalahan siswa. Adapun tujuan dari strategi latihan dan drill adalah agar siswa mampu menguasai informasi dengan baik.
Kelebihan
·         Siswa langsung mendapatkan perbaikan terhadap kesalahan yang mereka lakukan.
·         Informasi disampaikan dalam jumlah yang kecil sehingga siswa berkesempatan untuk mengulang materi dalam jumlah yang kecil pula.
·         Latihan dirancang dengan jumlah informasi yang kecil. Hal ini memberi kesempatan kepada siswa untuk secara langsung menguji pengetahuan baru dengan cara yang positif.

Kelemahan
·         Tidak semua siswa dapat melakukan latihan dengan baik.
·         Beberapa materi latihan dan drill mencakup banyak item sehingga terkadang membuat siswa bosan.
·         Apabila siswa berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama, strategi latihan dan drill tidak akan membantu proses belajar siswa.

Integrasi
Pada umumnya, strategi latihan dan drill dipakai untuk mempelajari bahasa asing dan memperoleh kosakata baru. Banyak aplikasi computer yang menawarkan kesempatan latihan kepada siswa dalam bentuk permainan. Selain itu, kaset, kartu bergambar, dan lembaran kerja juga bisa digunakan untuk latihan yang efektif dalam bidang aritmatika, mengeja, dan instruksi bahasa.
Sebagai guru, anda boleh memasangkan siswa yang sudah menguasai sebuah keterampilan dengan siswa yang belum menguasainya. Pekerjaan rumah juga bisa menjadi bentuk latihan dan drill jika pekerjaan rumah tersebut mengarahkan siswa untuk mempraktekkan keterampilan atau informasi yang sudah dipelajari sebelumnya.

4.      Tutorial
Dalam strategi tutorial, seorang atau sebuah tutor (baik manusia maupun program computer atau materi cetak) menyampaikan materi, mengajukan pertanyaan atau masalah, meminta respon siswa, menganalisa respon, memberikan respon balik, dan memberikan latihan sampai siswa mendemostrasikan level kompetensi yang ditetapkan sebelumnya. Tutorial umumnya dilakukan one-on-one dan sering dipakai untuk mengajarkan keterampilan dasar seperti membaca dan aritmatika. Perbedaan tutorial dan strategi latihan terletak pada materi. Dalam tutorial, tutor memperkenalkan dan mengajarkan materi baru sementara metode latihan dan drill hanya terfokus pada materi yang sudah diajarkan sebelumnya.

Kelebihan
·         Siswa dapat bekerja dengan bebas pada materi baru dan memperoleh laporan terhadap perkembangan mereka.
·         Siswa dapat belajar dengan pola mereka masing-masing, mengulang jika mereka butuh pengulangan sebelum berpindah ke bagian materi berikutnya.
·         Tutorial berbasis computer dapat merespon input yang diberikan siswa memberikan arahan apakah mereka dapat melanjutkan proses belajar atau melakukan pengulangan.

Kelemahan
·         Pengulangan bisa menjadi hal yang membosankan siswa jika materi disampaikan dengan hanya memakai satu pola.
·         Siswa bisa saja merasa tertekan bila mereka ternyata tidak mengalami perkembangan ketika bekerja dengan menggunakan strategi tutorial.
·         Kurangnya bimbingan guru dapat menyebabkan kurang efektifnya proses perkembangan siswa dalam materi yang diajarkan.

Integrasi
Tutorial dapat dilakukan dengan format instruktur-siswa, siswa-siswa, komputer-siswa, media cetak-siswa. Sebagai seorang guru, anda dapat bekerja dengan individu atau kelompok siswa. Ini sangat membantu kepada siswa yang memiliki kesulitan belajar dalam kelompok besar. Anda dapat mempertimbangkan teknologi dan media sebagai penyampai tutorial. Sebagai contoh, Sistem Pembelajaran Terintegrasi (ILS) merupakan bentuk pengajaran yang diberikan oleh computer. Siswa hanya diminta untuk log on, memasukkan nama dan password, lalu memulai proses tutorial. Selain itu, ada banyak pula meteri tutorial berbentuk media cetak dan audio.
5.      Diskusi
Strategi diskusi melibatkan pertukaran ide dan pendapat antar siswa atau antar siswa dan guru. Ini dapat digunakan dalam setiap tahap belajar mengajar, baik dalam kelompok kecil maupun besar. Diskusi bisa dipimpin oleh guru dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memperoleh respon siswa. Adapun pertanyaan tersebut hendaknya berupa pertanyaan yang membutuhkan pemikiran siswa. Pertanyaan yang dimulai dengan “bagaimana” dan “mengapa” biasanya sangat tepat untuk memulai sebuah diskusi. Jangan lupa untuk memberikan waktu kepada siswa untuk memikirkan jawaban mereka.
Kelebihan
·         Diskusi umumnya lebih digemari siswa daripada sekedar duduk dan diam mendengarkan ceramah guru.
·         Siswa merasa lebih tertantang untuk mengasah pengetahuan mereka.
·         Diskusi memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.
·         Siswa boleh memberi ide baru yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

Kelemahan
·         Tidak semua siswa akan ikut serta, sehingga ada baiknya jika guru lebih menekankan bahwa setiap siswa berkesempatan untuk bicara.
·         Terkadang siswa kurang merasa tertantang untuk lebih mempertajam pengetahuan mereka.
·         Terkadang pertanyaan yang diajukan di awal diskusi justru sulit untuk dijawab oleh sebagian siswa dikarenakan level pengetahuan mereka.
·         Diskusi boleh jadi bukan merupakan strategi yang efektif bagi siswa yang lebih muda, kecuali dibimbing dan diarahkan oleh guru.
Integrasi
Mempertontonkan sebuah video kepada siswa dapat memberikan pengalaman tertentu dan menghadirkan sesuatu untuk didiskusikan oleh siswa. Diskusi di akhir pembelajaran dapat menjadi ajang Tanya jawab untuk memastikan siswa memahami apa yang dimaksudkan oleh guru. Selain itu, diskusi juga bisa berfungsi sebagai alat evaluasi pengajaran. Meskipun strategi ini sesuai untuk semua umur, tetapi umur siswa perlu dipertimbangkan sebelum mengajak mereka berpartisipasi ke dalam diskusi.

6.      Belajar Berkelompok
Belajar berkelompok ialah strategi pengelompokan dimana siswa belajar berkelompok untuk saling melengkapi potensi belajar satu sama lain. Johnson dan Johnson (1999) menyarankan beberapa aspek berikut untuk belajar berkelompok yang efektif:
·         Anggota kelompok yang benar-benar memiliki peranan dalam kelompok.
·         Interaksi dan keikutsertaan setiap anggota kelompok.
·         Tanggung jawab individu dan kelompok.
·         Anggota yang memiliki keterampilan pribadi dan sikap kepemimpinan.
·         Kemampuan untuk merefleksikan pembelajaran individu dan fungsi kelompok.

Anda bisa membuat kelompok belajar formal yang dirancang untuk memastikan bahwa hasil belajar tertentu akan tercapai. Guru dapat menentukan peran dari masing-masing anggota kelompok, sebagai perekam, pencatat waktu, pengarah tugas, dll. Pengalam belajar berkelompok bisa juga berbentuk informal dimana siswa boleh menentukan sendiri kebutuhan belajar mereka dan bekerja sama dengan siswa lain untuk meningkatkan prestasi belajar mereka.

Kelebihan
·         Mengelompokkan siswa dengan kemampuan bervariasi memberikan keuntungan kepada setiap siswa.
·         Kelompok bisa berbentuk formal maupun informal disesuaikan dengan kebutuhan belajar.
·         Kelompok jangka panjang bisa dikembangkan karena akan membangun kesempatan belajar yang lebih banyak.
·         Semua bagian materi dapat dimasukkan ke dalam kegiatan belajar berkelompok.


Kelemahan
·         Hendaknya setiap kelompok berukuran kecil, jika tidak maka proses belajar tidak akan seimbang.
·         Sebagai sebuah strategi, belajar berkelompok bisa kehilangan kegunaannya dan efektifitasnya.
·         Mengelompokkan siswa dengan tingkat kemampuan yang sama tidak akan meningkatkan kesempatan belajar anggota kelompok.

Integrasi
Siswa dapat belajar berkelompok tidak hanya dalam mendiskusikan materi dari media cetak maupun menonton suatu video tapi juga dalam membuat sebuah media. Sebagai contoh, rancangan dan pembuatan sebuah presentasi video maupun grafis sebagai sebuah proyek kurikulum menghadirkan suatu kesempatan untuk belajar berkelompok. Guru hendaknya menjadi partner kerja dalam situasi belajar yang demikian.
Jika kelas anda hanya memiliki satu computer, anda bisa membuat kelompok belajar sehingga semua siswa dapat mengaksesnya. Dengan mengelompokkan, anda dapat menentukan giliran dari tiap-tiap anggota kelompok. Selain itu, anda juga bisa mengarahkan kelompok belajar untuk mempersiapkan presentasi. Dengan demikian, kelompok tersebut akan bekerja sama mempersiapkan presentasi dengan pola yang mudah dimengerti oleh siswa lainnya.

7.      Permainan
Strategi permainan dapat memberikan kesan kompetitif dimana siswa mengikuti peraturan dalam berusaha mencapai tantangan target pendidikan. Ini merupakan teknik yang sangat memotivasi, terutama untuk materi pelajaran yang membosankan. Permainan tersebut boleh mengikutsertakan seorang atau sekelompok siswa. Biasanya dalam permainan, siswa diminta untuk menggunakan kemampuan memecahkan masalah, menemukan solusi, atau kemampuan mendemonstrasikan keahlian dalam bidang tertentu yang membutuhkan efisiensi yang tinggi.
Ketika siswa berulang kali memainkan suatu permainan, pada saat bersamaan siswa mulai memahami peraturan permainan dan cara-cara terbaik untuk mencapai hasil yang lebih baik, yaitu sebuah kemenangan.
Ada banyak permainan papan yang bisa digunakan siswa. Program komputer yang bersifat latihan dan drill bisa menjadi sebuah permainan.

Kelebihan
·         Siswa dengan mudah dapat mengikuti permainan.
·         Permainan bisa disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
·         Permainan bisa dipakai dalam berbagai situasi kelas.
·         Permainan dapat menjadi suatu cara efektif untuk menarik minat siswa terhadap keterampilan atau topik tertentu.

Kelemahan
·         Karena berorientasi untuk menang, kadang permainan bisa menjadi ajang persaingan kecuali siswa diberi peringatan sebelumnya.
·         Siswa yang memiliki kemampuan yang rendah akan merasa sulit mengikuti permainan.
·         Beberapa permainan, khususnya permainan komputer, memiliki harga yang mahal.
·         Hasil belajar bisa saja “hilang” karena siswa lebih tertuju untuk mencapai kemenangan bukan keberhasilan belajar.

Integrasi
Ada bermacam ragam permainan. Teka-teki seperti teka-teki silang merupakan salah satu yang terkenal. Kesulitan teka-teki penting untuk anda pertimbangkan ketika memperkenalkannya kepada siswa. Teka-teki silang, Sudoku, menyusun gambar, teka-teki logika merupakan permainan yang cocok untuk siswa. Teka-teki bisa menjadi alat mempraktekkan ilmu yang mereka pelajari, seperti ejaan kata dan penggunaan huruf kapital.
Permainan dapat dilakukan secara informal di dalam kelas. Sebagai contoh, ketika belajar menggunakan kosakata baru, anda bisa membuat sejenis papan permainan untuk siswa. Siswa bisa bermain secara individu maupun berkelompok sambil menggunakan kosakata baru mereka.

8.      Simulasi
Di dalam simulasi, siswa diminta untuk menghadapi sebuah situasi yang seolah-olah nyata. Simulasi ini bisa menggunakan dialog, materi dan perlengkapan palsu, atau interaksi dengan komputer.
Simulasi bisa dilakukan oleh seluruh siswa atau sekelompok siswa saja. Kegiatan simulasi menyajikan sebuah situasi atau pengalaman kepada siswa yang tidak atau belum mereka alami. Sebagai contoh, anda dapat memberikan peran kepada siswa sebagai bagian dari “perjalan ke planet Mars.” Setiap siswa berkesempatan untuk memberikan kontribusi dalam belajar. Dengan memberikan peran, jumlah materi atau ilmu yang di dapat bisa dikembangkan (Gambar 2.10).

Kelebihan
·         Simulasi hanya membutuhkan cara aman untuk terlibat dalam pengalaman belajar.
·         Simulasi adalah satu-satunya cara yang dapat membawa siswa ke dalam sebuah situasi, seperti dalam bermain peran sejarah Roma.
·         Siswa berkesempatan merasakan pengalaman baru.
·         Simulasi ini bisa diikuti oleh setiap siswa dari berbagai tingkat kemampuan.
Kelemahan
·         Simulasi terkadang bersifat tidak representatif.
·         Sebuah simulasi tertentu membutuhkan pengaturan kelas yang rumit.
·         Membuat simulasi novel untuk kelas belajar tidaklah mudah.
·         Kegiatan simulasi terkadang membutuhkan waktu yang lama.
·         Guru harus mengadakan tanya jawab tentang pengalaman siswa setelah kegiatan simulasi.
Integrasi
Keterampilan pribadi dan pengalaman dalam ilmu fisika merupakan subjek yang terkenal dapat disimulasikan. Dalam beberapa simulasi, sisa memanipulasi model matematika untuk menentukan efek perubahan variabel tertentu.
Bermain peran merupakan contoh lain dari strategi simulasi. Decisions, Decisions karya Tom Snyder adalah satu program permainan peran yang dapat menjadi contoh bagaimana satu komputer dapat dimanfaatkan oleh seluruh siswa.

9.      Penemuan
Strategi penemuan menggunakan pendekatan belajar induktif; strategi ini menyajikan masalah yang harus dipecahkan dengan melalui kegagalan-kegagalan. Tujuan dari strategi penemuan adalah untuk membantu memberikan kepahaman yang mendalam tentang suatu pengetahuan dengan cara melibatkannya ke dalam pengetahuan tersebut.
Pendekatan yang dipakai dalam strategi penemuan ialah “metode sains”, yaitu membuat hipotesis, mencoba solusi, dan menganalisa data yang dipelajari untuk menentukan apakah pendekatan tersebut berhasil. Dengan demikian, siswa akan mampu “menemukan” jawaban hipotesis tersebut.
Ada beberapa pertimbangan dalam penggunaan strategi penemuan ini. Pertama, akan lebih baik apabila guru memberikan instruksi-instruksi daripada membiarkan siswa berusaha dengan cara-cara mereka sendiri (Marzano Pickering & Pollock, 2001). Kedua, sebelum memulai strategi penemuan, hendaknya guru mempersiapkan instruksi-instruksi dengan hati-hati. Ketiga, sebaiknya anda merancang penemuan untuk siswa dengan menggunakan pendekatan anak tangga, dimana siswa berproses dengan pengetahuan mereka hingga mencapai pengalaman belajar yang sudah ditargetkan. Keempat, pastikan setiap siswa berkesempatan mempraktekkan keterampilan baru mereka sebelum berpindah ke level proses berikutnya.

Kelebihan
·         Belajar dengan strategi penemuan mudah diikuti oleh setiap siswa dari berbagai tingkat kemampuan.
·         Anda dapat menggunakan prosedur atau langkah-langkah yang sudah diajarkan sebelumnya.
·         Penemuan memungkinkan siswa mengalami kesan mengatur dengan menggunakan proses belajar mereka masing-masing.
Kelemahan
·         Strategi ini membutuhkan waktu lama untuk merancang dan mempraktekkannya.
·         Perencanaan penemuan membutuhkan pertimbangan hal-hal yang mungkin dialami siswa.
·         Pembelajaran dengan strategi penemuan terkadang bisa menyebabkan kesalahpahaman terhadap meteri tertentu.

Integrasi
Teknologi dan media pengajaran bisa membantu anda melakukan strategi penemuan. Sebagai contoh, video bisa dipakai dalam strategi penemuan untuk pengajaran fisika. Dengan melihat balon yang ditimbang sebelum dan sesudah diisi angin, siswa dapat menemukan bahwa angin memiliki bobot.

10.  Pemecahan Masalah
Kegiatan pemecahan masalah melibatkan peranan aktif siswa yang dihadapkan dengan suatu masalah yang dibawa ke dalam situasi nyata. Siswa memulai dengan pengetahuan yang terbatas, tapi melalui kerjasama siswa, penelitian dan konsultasi dengan para ahli, siswa mampu mengembangkan, menjelaskan, dan mempertahankan sebuah solusi untuk masalah tersebut. Hasil dari strategi ini adalah keterampilan analisa yang lebih berkembang, penyusunan dan pemecahan masalah, serta keterampilan berpikir kritis. Siswa diberikan materi yang diajarkan sehingga siswa dapat menggunakannya untuk memecahkan suatu masalah. Selain dari hasil di atas, strategi ini juga memberikan keterampilan belajar kelompok kepada siswa.
Kelebihan
·         Siswa dapat berperan aktif dalam pengalaman belajar yang diberikan.
·         Hubungan antara ilmu dan keterampilan menjadi jelas terlihat.
·         Tingkat kesulitan masalah dapat disesuaikan.

Kelemahan
·         Membuat masalah belajar yang berkualitas bisa menjadi hal yang sulit.
·         Umur dan tingkat pengalaman siswa harus lebih diperhatikan oleh guru.
·         Menggunakan strategi pemecahan masalah dalam proses mengajar menyita banyak waktu.
·         Guru harus mengadakan tanya jawab tentang pengalaman siswa setelah kegiatan pemecahan masalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar